Deteksi APD Otomatis dari CCTV: Cara Kerja dan Persiapannya
Bagaimana AI mendeteksi helm, rompi, dan atribut keselamatan dari CCTV, apa yang perlu disiapkan, dan bagaimana alert dipakai tim HSE.

Pengawas HSE tidak bisa memantau semua area sepanjang shift. Deteksi APD otomatis membantu dengan memeriksa setiap orang yang terlihat di kamera.
Cara kerjanya
Model AI menganalisis video dari kamera, mengenali orang, lalu memeriksa atribut keselamatan seperti helm dan rompi. Jika ada yang tidak lengkap di area wajib APD, sistem mengirim alert berisi foto, lokasi, dan waktu.
Model yang dilatih ulang dengan data lapangan setempat biasanya lebih akurat, karena warna seragam, jenis APD, dan kondisi cahaya di tiap lokasi berbeda.
Yang perlu disiapkan
- Posisi kamera. Sudut dan jarak harus memungkinkan tubuh pekerja terlihat jelas.
- Pencahayaan. Area yang terlalu gelap atau silau menurunkan akurasi.
- Server. Analisis bisa berjalan di server lokal sehingga video tidak perlu keluar dari site.
- Aturan per area. Tidak semua area mewajibkan APD yang sama.
Memakai alert dengan benar
Alert sebaiknya diteruskan ke pengawas area — lewat dashboard, email, atau WhatsApp — bukan hanya tersimpan di sistem. Rekap harian per area dan per shift membantu menemukan pola, misalnya titik yang sering dilanggar.
Mulai dari pilot
Pilih satu atau dua area berisiko tinggi, ukur jumlah pelanggaran sebelum dan sesudah, lalu perluas setelah hasilnya terlihat. Pilot seperti ini biasanya bisa dimulai dalam 2–4 minggu.
Safety AI dari Sentra dapat memakai CCTV yang sudah ada jika kualitas dan posisinya memadai.
Ceritakan prosesnya. Kami bantu memetakan pendekatan yang paling proporsional.


